Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Pak Ngadri | Heru Kurnianto Tjahjono

Pak Ngadri

PAK NGADRI, MODAL SOSIAL DAN RELATIONSHIP BISNIS

Dari kejauhan saya melihat laki-laki paruh baya tengah mengangkat setumpuk sampah dari rumah tetangga saya. Ia melemparkan senyum sambil mengajak bertegur sapa. “Siang Den…”(maksudnya raden) sapanya kepada saya. Tak berapa lama tampak seorang ibu memanggilnya “Pak Ngadri..besok rumput di halaman belakang saya tolong dipotong ya?”. Sosok pekerja keras yang ramah itu tidak lain adalah pak Ngadri.

Saya mengenal pak Ngadri sejak awal tahun 1990-an, ketika saya masih kuliah di UGM. Pak Ngadri tinggal di desa dalam wilayah kabupaten Bantul. Setiap hari ia mengayuh sepeda lebih dari 10 km ke daerah pemukiman tempat saya tinggal. Seluruh warga di pemukiman ini mengenalnya sebagai seorang tukang rumput part time yang juga bekerja serabutan seperti membetulkan genteng bocor dan membersihkan bak penampungan air.

Pak Ngadri adalah tukang rumput pilihan sebagian besar warga pemukiman.tempat kami tinggal. Apabila tiga hari saja tidak singgah ke pemukiman kami, banyak warga tetangga saya mencarinya. Bahkan, suatu saat pak Ngadri sakit, banyak warga menjenguknya. Tampaknya warga pemukiman kami bukan hanya sebagai konsumen, tetapi sudah berada pada tingkatan klien.

Mengapa banyak tetangga saya memilih pak Ngadri sebagai pilihan utama? Pertanyaan itu muncul dalam pikiran saya ketika pertama kali mengenalnya. Pada satu kesempatan saya meminta pak Ngadri merapikan rumput di halaman sekaligus memperbaiki pintu pagar rumah yang macet. Dengan riang, pak Ngadri menyanggupi dan berjanji akan mengerjakan keesokan harinya.

Pada hari yang dijanjikan, pak Ngadri mendatangi rumah saya lebih awal dari waktu yang dijanjikan dan dia menyampaikan kembali permintaan saya sebagai konfirmasi. Setelah itu dia mulai mengerjakan pekerjaan tersebut, sementara itu saya pergi ke kampus. Sore hari saya kembali ke rumah dan saya temui pak Ngadri baru saja menyelesaikan pekerjaan. Kemudian dia meminta saya untuk melihat hasil pekerjaannya dan menanyakan respon saya. Saya mengangguk puas dan kemudian membayar uang sesuai kesepakatan sebelumnya. Kemudian pak Ngadri pamit dan saya pergi mandi. Seusai mandi dan berpakaian saya pergi ke beranda depan. Ternyata pak Ngadri masih berada di halaman rumah saya sambil mencoba pagar depan rumah saya berulang-ulang untuk memastikan hasil pekerjaannya.

Satu pelajaran berharga bagi saya, meski tidak pernah belajar teori bisnis dan pemasaran, pak Ngadri telah mempraktekkan praktek bisnis modern. Praktek bisnis yang dilandasi konsep bermitra atau orang bisnis menyebutnya relationship, yang bermakna membangun hubungan jangka panjang. Pak Ngadri tidak bergitu saja pergi ketika telah memperoleh upah, namun ia mengecek kembali apakah ia telah memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Pak Ngadri berfilosofi bahwa apa yang telah dilakukannya harus dapat menjadi solusi atas permasalahan pelanggannya. Pak Ngadri adalah sosok yang memiliki modal sosial tinggi. Menurut banyak ahli, seperti Coleman, Putnam, Fukuyama, Nahapiet dan Ghoshal Djamaludin Ancok, Wisnu Prajogo dan pandangan saya sendiri, modal sosial dapat mengarahkan seseorang untuk memperoleh kinerja yang lebih baik.

Pak Ngadri tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomis saja, namun pak Ngadri sangat memikirkan hubungan jangka pajang yang dibangun dengan warga masyarakat. Modal sosial tinggi yang dimiliki pak Ngadri dapat dilihat dari sikapnya yang selalu ramah dan bersahabat, senang bergaul dengan banyak orang dan membangun kepercayaan bersama. Lebih jauh lagi pak Ngadri juga merasa sebagai bagian dari warga pemukiman tempat kami tinggal.

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UMY

© 2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY