Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Modal Sosial Perempuan Manajer | Heru Kurnianto Tjahjono

Modal Sosial Perempuan Manajer

Hari itu adalah hari ketiga saya menjalankan shalat maghrib di masjid kecil milik KBRI (Indonesian Embassy) Bangkok. Lokasinya tidak jauh dari hotel tempat saya bermalam, The residence Rajtaevee, tepatnya di Petchbury Road. Saat maghrib menjelang, tampak dua perempuan muda berjilbab tengah menyelesaikan pengajian TPA bagi anak-anak pra sekolah. Perempuan yang lebih tua menggunakan kaca mata minus, berusia hampir 30 tahun didampingi perempuan yang lebih muda berusia sekitar 20 tahun. Keduanya tampak antusias, santun dan terpelajar.

Selepas maghrib saya berkesempatan untuk bincang-bincang dengan perempuan yang lebih tua, sebut saja namanya Rina. Dia adalah alumnus perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Rina bekerja di General Electric, perusahaan multinasional produk-produk lampu dan elektronika ternama yang lekat dengan nama Jack Welch, sang CEO legendaris. Rina belum lama ditugaskan di Bangkok, setelah sebelumnya beberapa tahun menjadi asisten manajer GE di beberapa negara di Eropa.

Dalam pandangan saya, sosok Rina merupakan representasi potensi perempuan dalam dunia bisnis. Rina mampu menunjukkan kemampuan karirnya yang cemerlang dan kemampuan menjalankan berbagai peran secara simultan. Rina masih sempat menjalankan aktifitas sosial yang mengandung nilai-nilai kepedulian kepada anak-anak dan masyarakat sekitarnya tanpa mengorbankan pekerjaan dan karir yang dibangunnya.

Gambaran perempuan pada sosok Rina sejalan dengan penelitian yang dilakukan SWA pada tahun 2005 dan 2006. Hasil penelitian menjelaskan bahwa para perempuan manajer dipersepsikan bawahannya mempunyai kemampuan multiperan, memiliki kepedulian sosial danĀ  mempunyai kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Kajian empiris tersebut tidak jauh berbeda dengan penelitian yang pernah saya lakukan dengan mahasiswa saya. Responden dalam penelitian tersebut adalah para perempuan manajer muslimah di propinsi DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan perempuan manajer muslimah terkait dengan beberapa hal. Pertama, nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi bisnis yang dijalankannya. Kedua, perempuan manajer memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik. Ketiga, mereka memiliki kemampuan menjaga hubungan dengan orang lain atau pelanggan. Hal keempat adalah bahwa para perempuan manajer cenderung memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi. Mereka mempunyai naluri berempati dan bersimpati atas masalah-masalah yang dialami orang lain. Secara umum potensi-potensi untuk peduli, bersimpati, berempati, bermultiperan, berinteraksi dan berelasi dengan lingkungan merupakan potensi-potensi yang lebih dekat dengan sosok perempuan. Potensi-potensi tersebut dikenal dengan istilah modal sosial. Modal sosial berkaitan dengan kekayaan personal yang melekat pada diri individu. Banyak peneliti modal sosial seperti Coleman, Putnam, Fukuyama, Nahapiet dan Ghoshal menjelaskan bahwa mereka yang memiliki modal sosial tinggi cenderung memiliki kinerja yang tinggi. Dalam konteks di Indonesia, Djamaludin Ancok, Wisnu Prajogo dan saya sendiri melihat bahwa modal sosial yang tinggi konsisten meningkatkan kinerja.

Dengan demikian yang menjadi penentu keberhasilan dan kinerja seseorang bukanlah gender. Masyarakat bisnis melihat kemampuan, keterampilan dan sikap profesionalisme menjadi hal yang lebih penting daripada isu yang berkaitan dengan gender. Sesungguhnya, para perempuan manajer memiliki potensi luar biasa yang tidak kalah dengan laki-laki untuk berperan menjadi manajer-manajer bisnis yang handal. Dengan kekayaan modal sosial yang dimilikinya, perempuan manajer berpotensi untuk semakin berperan dalam mengelola bisnis. Pakar bisnis dari Harvard, Rossebeth Moss Kanter berpandangan bahwa kepedulian pada lingkungan adalah salah satu kunci keberhasilan bisnis kita. Rina adalah gambaran sosok manajer perusahaan multinasional yang bukan hanya peduli dengan masa depan dirinya tetapi juga masa depan anak-anak pra sekolah di lingkungannya. Rina adalah perempuan manajer dengan modal sosial tinggi.

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UMY

© 2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY